Margomulyo – Pemerintah Kalurahan Margomulyo menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Kamis, 16/10/2025, bertempat di Aula Kantor Kalurahan Margomulyo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Margomulyo beserta perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, Panewu Seyegan beserta Forkompimkapanewon Seyegan, serta Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Muskal ini menjadi agenda penting dalam rangka pembaruan dan validasi data kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah Margomulyo.

Sebagai narasumber utama, hadir Sarastomo Ari Saptoto, S.Sos., M.AP., M.Agr.Sc. dari Dinas Sosial Sleman, serta Subagyo Rahayu, S.IP., M.M. dari Kapanewon Seyegan. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan perkembangan terkini terkait data kemiskinan dan capaian program sosial di tingkat kalurahan.


Kemajuan Signifikan dalam Penurunan Kemiskinan

Berdasarkan hasil pemaparan dan diskusi dalam muskal, Kalurahan Margomulyo menunjukkan kemajuan signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan selama periode 2020–2025. Capaian ini tidak lepas dari sinergi berbagai program pemberdayaan masyarakat, peningkatan layanan sosial, serta dukungan aktif warga dalam kegiatan ekonomi produktif.

Lurah Margomulyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembaruan data dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan di Margomulyo.

“Data DTKS ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi dasar penting bagi kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Dengan data yang akurat, program yang dijalankan akan lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.


Harapan dan Tindak Lanjut

Melalui kegiatan Muskal DTKS 2025 ini, diharapkan strategi dan program yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya, sehingga kesejahteraan masyarakat Margomulyo semakin merata di seluruh padukuhan.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil muskal sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Margomulyo yang berdaya, sejahtera, dan berkeadilan sosial.